NAMANYA "SAYYIDUL ISTIGHFAR". BIASA DIBACA SAAT DZIKIR PAGI & PETANG. YUK DIHAFALKAN.
ㅤ
ㅤ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، ㅤ
(Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta)
"Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau."
ㅤ
خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، ㅤ
(kholaqtani wa ana ‘abduka)
"Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu."
ㅤ
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، ㅤ
(wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu)
"Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku."
ㅤ
أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
(A’udzu bika min syarri maa shona’tu)
"Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat."
ㅤ
أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، ㅤ
(abuu-u laka bini’matika ‘alayya)
"Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku."
ㅤ
وأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ
(wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy) "dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku."
ㅤ
فإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
ㅤ(fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta) "Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
ㅤ
(HR. Bukhari no. 6306)
ㅤ
ㅤ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، ㅤ
(Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta)
"Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau."
ㅤ
خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، ㅤ
(kholaqtani wa ana ‘abduka)
"Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu."
ㅤ
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، ㅤ
(wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu)
"Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku."
ㅤ
أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
(A’udzu bika min syarri maa shona’tu)
"Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat."
ㅤ
أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، ㅤ
(abuu-u laka bini’matika ‘alayya)
"Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku."
ㅤ
وأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ
(wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy) "dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku."
ㅤ
فإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
ㅤ(fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta) "Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
ㅤ
(HR. Bukhari no. 6306)
SYARAH HADITS
Ibnu Abi Jamrâh rahimahullah berkata, “Rasûlullâh ﷺ mengumpulkan dalam
hadits ini makna-makna yang indah dan lafazh-lafazh yang bagus sehingga
pantas untuk dinamakan sayyidul Istighfâr." Dalam hadits ini terdapat :
ㅤ
Pengakuan terhadap uluhiyah Allâh dan ibadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla.
ㅤ
Pengakuan bahwa Allâh Azza wa Jalla adalah satu-satu-Nya yang Maha Pencipta.
ㅤ
Harapan yang telah Allâh janjikan kepada hamba-Nya.
ㅤ
Berlindung dari keburukan yang telah diperbuat hamba terhadap dirinya.
ㅤ
Menisbatkan semua nikmat kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengadakan semua nikmat ini, menisbatkan dosa kepada diri seorang hamba.
ㅤ
Keinginan dan harapan dia agar diampuni dosa-dosanya oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala.
ㅤ
ㅤ
Pengakuan terhadap uluhiyah Allâh dan ibadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla.
ㅤ
Pengakuan bahwa Allâh Azza wa Jalla adalah satu-satu-Nya yang Maha Pencipta.
ㅤ
Harapan yang telah Allâh janjikan kepada hamba-Nya.
ㅤ
Berlindung dari keburukan yang telah diperbuat hamba terhadap dirinya.
ㅤ
Menisbatkan semua nikmat kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengadakan semua nikmat ini, menisbatkan dosa kepada diri seorang hamba.
ㅤ
Keinginan dan harapan dia agar diampuni dosa-dosanya oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala.
ㅤ
Dan pengakuannya bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Allâh
COPAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar